![]() |
| Corak Batik Bali |
Batik Bali masih relatif baru, namun
perkambangan industri batik di Bali begitu pesat. Barangkali karena Bali
menyimpan banyak potensi motif dan desain lokal. Puluhan desain batik khas Bali
telah lahir.Batik sendiri merupakan hasil kerajinan yang telah menjadi
bagian dari budaya Indonesia sejak berabad-abad lalu, khususnya di Jawa.
Istilah “batik” konon berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti
menulis dan "nitik"yang berarti membuat titik. Secara bebas, kata
“batik” merujuk pada teknik pembuatan corak dan pencelupan kain dengan
menggunakan bahan perintang warna berupa malam (wax), yang diaplikasikan di
atas kain. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist
dyeing. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat
alami seperti katun, sutra, dan wol. Jika ada kain batik yang pembuatan corak
dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik di atas kain tersebut dinamakan kain
bercorak batik, bukan kain batik. Kain macam itu biasanya dibuat dalam skala
industri dengan teknik cetak.
Industri kerajinan batik di Bali dimulai sekitar dekade 1970-an. Industri tersebut dipelopori antara lain oleh Pande Ketut Krisna dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati – Gianyar, dengan teknik tenun-cap menggunakan alat tenun manual yang dikenal dengan sebutan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kerapnya orang Bali mengenakan batik untuk berupacara --sebagai bahan kain maupun udeng (ikat kepala), mendorong industri batik di pulau ini terus berkembang dang maju. Kini di Bali telah tumbuh puluhan industri Batik yang menampilkan corak-corak khas Bali, juga corak-corak perpaduan Bali dengan luar Bali seperti Bali-Papua, Bali-Pekalongan, dan lain-lain. Bagi calon pembeli sebaiknya membaca tips berikut ini.
Industri kerajinan batik di Bali dimulai sekitar dekade 1970-an. Industri tersebut dipelopori antara lain oleh Pande Ketut Krisna dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati – Gianyar, dengan teknik tenun-cap menggunakan alat tenun manual yang dikenal dengan sebutan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Kerapnya orang Bali mengenakan batik untuk berupacara --sebagai bahan kain maupun udeng (ikat kepala), mendorong industri batik di pulau ini terus berkembang dang maju. Kini di Bali telah tumbuh puluhan industri Batik yang menampilkan corak-corak khas Bali, juga corak-corak perpaduan Bali dengan luar Bali seperti Bali-Papua, Bali-Pekalongan, dan lain-lain. Bagi calon pembeli sebaiknya membaca tips berikut ini.

0 comments:
Post a Comment